Selamat Datang di

GPIB BUKIT SION BALIKPAPAN

Excellence of Christian Leadership

Dalam tulisan ini kita akan membicarakan mengenai Kepemimpinan Kristen yang Exellence. Sebelum kita membahas mengenai kepemimpinan Kristen yang excellence marilah kita melihat apa kata Alkitab mengenai pemimpin: Amsal 11:14; “Bangsa akan hancur jika tidak ada pimpinan; semakin banyak penasihat, semakin terjamin keselamatan.”  Markus 10:42-45; “Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata. “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”   Dari teks Alkitab ini menjelaskan bahwa pemimpin adalah mereka yang dipanggil khusus oleh Allah untuk menjadi pelayan/hamba Allah. Apa yang dimaksud dengan pelayan/hamba Allah?

Kata hamba /pelayan berasal dari kata servant/slave atau doulos (Yunani) atau ebed (Ibrani) yaitu seorang yang sedang dalam status sebagai pelayan atau budak. Tugas seorang budak adalah mengerjakan pekerjaan apapun yang diperintahkan tuannya tanpa upah, tidak mengenal waktu, tidak ada bantah-bantahan, tidak boleh mengeluh maupun protes.  Budak adalah seseorang yang tidak berdaya dan telah kehilangan hak dan segalanya dalam dirinya bahkan namanya pun dihapus dalam dirinya. Mengapa demikian? Karena budak diperjual-belikan di pasar bebas, seperti seekor binatang, harganya  digantungkan di lehernya hingga tuannya membelinya.  Setelah itu tuan yang membelinya akan melobangi telinga budak tersebut dan dipasangin anting-anting yang bertuliskan nama tuannya. Sejak saat itu budak tersebut berada dalam kekuasaan otoritas tuannya untuk menjadi hamba/pelayan tuannya. Jadi pengertian hamba/pelayan adalah sebuah status yang dikenakan kepada diri orang percaya yang telah ditebus dan dibayar lunas dengan darah-Yesus untuk menjadi hamba/pelayan Allah. Dan tugas seorang hamba/pelayan Allah adalah memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Allah.

Apa itu Pemimpin Kristen (Leader)

Pemimpin Kristen adalah seseorang yang dipanggil Allah untuk memimpin orang-orang yang dipimpin untuk melakukan kehendak Allah.

 

Apa itu Kepemimpinan (Leadership)?

Kepempinan Kristen adalah kemampuan yang dimilki seorang pemimpin yang telah dipanggil Allah dalam mempengaruhi dan menggerakkan orang-orang yang dipimpin/orang lain untuk pencapaian tujuan  pelayanan kristen yang menguntungkan bagi pemimpin, orang-orang yang dipimpin dan organisasi yang dipimpin.  Kepemimpinan dapat dipelajari seperti keahlian lainnya. Kepemimpinan adalah ketrampilan yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan dengan cara mempraktekkan. Kepemimpinan bukan timbul secara tiba-tiba atau sebagai hadiah atau bakat. Kepemimpinan adalah suatu proses yang dapat dipelajari, dijalankan dan diaplikasikan di dalam kehidupan/diri pemimpin.

Apa itu Kepemimpinan Kristen yang Excellence (Excellence Of  Christian Leadership)

Kepemimpinan Kristen yang Exellence atau Kepemiminan Kristen  yang Unggul, tangguh, brilian.

Rahasia Kepemimpinan Kristen yang Excellence

Sudah pasti semua pemimpin kristen memiliki impian untuk menjadi pemimpin yang excellence dalam kepemimpinannya. Menjadi pertanyaan bagaimana caranya untuk menjadi pemimpin yang excellence itu. Marilah kita membahas Perspektif Alkitab mengenai Kepemimpinan yang Excellence menurut Amsal 31:10-31. Mengapa saya tertarik untuk mengupas Kitab Amsal ini karena dalam bagian Firman Allah ini menjelaskan contoh kepemimpinan yang di mulai dari sebuah keluarga dimana seorang isteri mampu menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinannya sehingga membuat semua orang disekitarnya baik keluarganya maupun orang lain terkagum-kagum kepadanya. Siapakah yang memberikan pengakuan terhadapap kepemimpinan-nya. Sudah tentu keluarganya dan orang lain yang telah memmbuktikan kepemimpinannya. Oleh karena itu bagi saya penilaian yang paling relevan untuk menilai apakah diri kita layak disebut pemimpin yang excellence dimulai dari orang-orang yang terdekat dengan kita yaitu keluarga kita. Mungkin orang lain boleh mengatakan bahwa anda adalah pemimpin yang excellence. Tetapi bagaimana dengan penilaian istri anda , suami anda, anak-anak anda atau pembantu rumah tangga anda.

Marilah kita melihat Rahasia Kepemimpinan yang Exellence yang terdapat dalam Amsal 31:10-31.

1. Visi (Vision)

Pemimpin Kristen yang Exellence adalah pemimpin yang memiliki visi dalam kepemimpinannya. Apa itu visi? Visi berasal dari kata vision (Ing) yang beasal dari istilah latin visio, visus, videre, yang arti dasarnya adalah to see atau melihat atau kekuatan diri untuk melihat. Sedangkan Visi menurut Alkitab dalam Nehemia 2:12 : “........Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allah-ku dalam hatiku.......”. Dari penjelasan di atas mengenai pemahaman tentang visi dengan kebenaran Firman Allah, maka saya sangat sepakat dengan definisi Visi menurut DR. Yakob Tomatala dalam bukunya Anda Juga Dapat Menjadi Pemimpin Yang Visioner  yang mengatakan demikian: Visi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat keinginan suci yang ditulis oleh Sang Pencipta di dalam batin guna menjawab kebutuhan yang berkaitan erat dengan pemenuhan hidup seseorang atau setiap individu bagi diri maupun organisasi yang dipimpinnya. Berhubungan dengan visi Amsal 31:25-b mengatakan:   “ ........Ia tertawa tentang hari depan.”  Bahagian Firman Allah ini menjelaskan kepada kita bahwa tertawa tentang hari depan menandakan bukti dari Kepemimpinan yang Excellence, akan membuahkan hasil yang baik di masa yang akan datang baik bagi Pemimpin itu sendiri, orang-orang yang dipimpin, dan organisasi yang dipimpin.   Untuk membuahkan hasil yang baik salah satu faktor penting yang harus dimilki oleh seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinnya yaitu memiliki Visi kepemimpinan. Selanjutnya mengenai visi DR. Yakob Tomatala mengatakan dalam bukunya yang sama  “Visi kepemimpinan adalah kemampuan pemimpin untuk melihat serta memahami keinginan suci yang ditulis oleh Allah di dalam batinnya bagi organisasi serta kepemimpinannya”.

Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa pemimpin yang excellence adalah mereka yang memiliki visi kepemimpinan. Karena dengan memiliki visi kepemimpinan akan membuat pemimpin menggerakkan orang-orang dan organisasi yang dipimpinnya bergerak dengan pasti menuju kepada visi, impian, cita-cita atau keinginan suci Sang Pencipta yang di taruh dalam hati pemimpin. Namun sebaliknya apa kata Alkitab jika pemimpin tidak memiliki Visi. Amsal 29:18 mengatakan: “ Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat”. ketika pemimpin tidak memiliki visi maka tentunya arah gerak suatu organisasi akan terombang-ambing bergerak tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Katrakteristik Visi

Visi bersifat illahiah karena berasal dari Allah. Allah sendiri yang menuliskan keinginan suci-Nya dalam batin setiap orang. Visi menjelaskan tentang mengapa kita berada di muka bumi ini dan apa tujuan keberadaan kita serta ke arah mana arah tujuan hidup kita.

Tanda Dari Visi

Visi berteriak keras didalam batin seseorang. Visi memiliki kekuatan yang sangat mempengaruhi batin setiap orang.  Kekuatan visi tersebut yang membuat seseorang menjadi sadar bahwa ia memiliki sesuatu yang harus diperjuangkan. Visi akan terus menerus mendebarkan batin seseorang. Visi akan terus menerus menguat dan menyalah nyalah dalam batin seseorang sehingga mendorong orang tersebut untuk memberikan perhatian khusus kepadanya.

Menggali Visi

Bagaimana anda menggali, menemukan  serta mengembangkan Visi atau keinginan Suci yang ditulis Sang Pencipta dalam batin anda.  Yang pertama berdoalah memohon kepada Tuhan mengenai kerinduan anda untuk menemukan Visi yang diberikan Tuhan kepada anda. Kemudian mengadakan pencermatan instropektif dalam diri anda. Pencermatan introspektif bertujuan guna menemukan indikator  keabsahan visi. Kemudian anda memandang kedepan guna membuat potret atau profil  masa depan untuk memastikan kejelasan visi memasuki masa depan. Perlulah diingat bahwa keinginan suci  dapat dibedakan dengan keinginan biasa, karena bukan saja ia telah tertahan sejak lama  didalam batin, tetapi ia pun berbeda dari keinginan biasa.

Membagi Visi

Pemimpin yang memiliki visi harus dapat membagikan visi tersebut  kepada orang-orang yang dipimpin dengan tujuan agar Visi tersebut dapat dicapai bersama sama  dengan orang-orang dan organisasi yang di pimpin.

 

2.Integritas (Intergrity)

Yang kedua pemimpin yang excellence yaitu pemimpin yang memilki integritas diri  yang kuat. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang bermutu, memiliki

wibawa rohani yang tinggi dan karakter yang dapat dipercaya. Berikut kita akan melihat syarat-syarat pemimpin yang berintegritas dalam Amsal 31:10-31:

a.Kejujuran

“Hati suaminya percaya kepadanya” (Ams 3:11-a)  Demikianlah pernyataan seorang suami terhadap kepemimpinan  isterinya. Mengapa hati suaminya percaya kepadanya. Karena isterinya jujur kepadanya dan meiliki kelakuan yang dapat dipercaya oleh suaminya.  Pemimpin yang jujur adalah pemimpin yang bersedia mengakui kebenaran dan kesalahan baik pada orang lain maupun pada diri sendiri. Pemimpin yang jujur membuktikan dirinya melalui perkataan yang sesuai dengan perbuatannya. Berani bertanggung jawab serta memiliki kelakuan yang dapat dipercaya. Pemimpin semacam ini akan dibanggakan, dikagumi, dihormati dan dihargai lebih dari permata.

b.Setia Berbuat Baik

“Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya”(Ams 31:12) Menarik sekali dalam bagian ini menjelaskan tentang kesetiaan seorang isteri yang setia berbuat baik kepada suaminya ditengah-tengah kesibukannya sebagai wanita karir yang ikut berperan sebagai pemimpin keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin yang berintegritas memiliki sifat setia dalam hal berbuat baik sepanjang hidupnya.

c.Bertanggung Jawab

c.1.  Bertanggung Jawab Atas Kebutuhan  Jasmani Orang-Orang Yang Dipimpin

“Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya.........(Amsal 31:13-19).

Bagian ini menjelaskan tentang tanggung jawab isteri  sebagai pemimpin dalam keluarga dalam memenuhi kebutuhan jasmani keluaraga. Dia bukan seorang isteri yang pemalas melainkan isteri yang rajin bekerja dalam memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Sudah tentu dia bukan isteri yang sembarangan. Bayangkan dia bangun di waktu subuh sebelum seisi rumah terjaga dari tidurnya dan mulai bekerja hingga malam hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Inilah contoh pemimpin yang berintegritas yaitu memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kemaslahatan orang-orang yang dipimpinnya.

c.2.Bertanggung Jawab Atas Kebutuhan Rohani Orang-Orang Yang Dipimpin

“.........Isteri yang takut akan Tuhan akan dipuji-puji” (Amsal 31:30)

Bagian ini menjelaskan mengenai tanggung jawab isteri sebagai pemimpin dalam Keluarga dalam memenuhi kebutuhan rohani keluarga. Dia adalah seorang Isteri yang takut akan Tuhan. Sudah tentu dia memiliki tanggung jawab rohani atas kerohanian keluarganya. Dari bagian ini kita melihat bahwa pemimpin yang berintegritas yaitu pemimpin yang memiliki kerohanian yang baik yang ditandai dengan sikap takut akan Tuhan serta bertanggung jawab juga terhadap kerohanian orang-orang yang dipimpinnya.

c.3.Bertanggung Jawab Terhadap Moral Orang-Orang Yang Dimpimpin

“Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajarannya yang lemah lembut ada di lidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya,..(Amsal 31:26-27-a)

Bagian ini menjelaskan mengenai tanggung jawab isteri sebagai pemimpin keluarga dalam memberikan pengawasan terhadap perilaku rumah tangga.. Dia mendidik moral keluarganya dengan mulutnya yang lemah lembut. Dari penjelasan ini pemimpin yang berintegritas akan selalu bertanggung jawab terhadap kehidupan moral orang-orang yang dipimpinnya melalui pengajarannya yang lemah lembut dan selalu mengadakan pengawasan atas perilaku moral orang-orang yang dipimpinnya.

d.Sosial

“Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas mengulurkan tangannya kepada yang miskin”. (Amsal 31:20).  Bagian ini menjelaskan sifat sosial seorang isteri yang melekat dalam dirinya. Dia bukan isteri yang pelit melainkan isteri yang murah hati dan mudah mengulurkan tangan dalam hal memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menjelaskan bahwa pemimpin yang berintegritas memiliki sifat empati dan sosial yang tinggi terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

 

3.Kapasitas (Capacity)

Yang ketiga pemimpin yang excellence adalah pemimpin yang memiliki kapasitas diri dalam kepemimpinannya. Sehubungan dengan kapasitas memimpin Alkitab berkata demikian: “......kau melebihi mereka semuanya”. (Amsal 31:29-b)  Bagian ini membuktikan bahwa ternyata dia adalah isteri yang melebihi wanita-wanita yang terbaik saat itu. Dia memiliki kapasitas sebagai pemimpin.  Dia layak disebut pemimpin yang excellence. Pemimpin yang exellence yaitu pemimpin yang memiliki kapasitas kepemimpinan yaitu: kemampuan memimpin (29-b), kecakapan memimpin (10), memiliki visi (25-b), memahami manajemen kepemimpinan (15-b), memiliki integritas diri yang baik (10-31) 

Setelah kita membahas Amsal 31:10-31 siapa yang tidak akan sayang dengan isteri semacam ini.  Saya meyakini bukan hanya suami dan anak-anaknya yang sayang kepadanya melainkan mertua-nya juga pasti menyayanginya. Dialah contoh pemimpin yang excellence, dia layak disebut pemimpin yang excellence dalam kepemimpinannya.

 

Kesimpulan

Kepemimpinan Kristen yang Exellence yaitu Pemimpin Kriten yang telah dipanggil Allah ditandai dengan kemampuan dalam kepemimpinannya yaitu: memiliki visi kepemimpinan, memiliki integritas diri yang baik serta memiliki kapasitas memimpin untuk memimpin orang-orang yang dipimpin guna mencapai tujuan Allah yaitu melakukan kehendak Allah.

 

 

 

Pnt Janes Pandeiroth

Ketua III PHMJ GPIB Bukit Sion Balikpapan 2015-2017

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

Prapaskah adalah persiapan sebelum Paskah. Masa Prapaskah adalah masa di mana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa Prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa Prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

 

Arti dan warna Logo :

-  Warna dasar :  Ungu Tua

-  Warna pinggir ikan dan huruf   :  Kuning

- Lambang / logo :  Ikan (ICHTUS)

 

Artinya : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

 

ULANG TAHUN

 Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KELAHIRAN dan PERKAWINAN bagi Warga Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan dari tanggal 25 Juni s/d 1 Juli 2017

HUT KELAHIRAN

25-Jun-17 SP
Sdri. Nidya Yolanda Hutagalung I
Ibu Lindawaty Tumanduk - M. I
Adik Koinonia Melody Seko I
Ibu Kelly Sien - Soehendra III
Bapak Pieter Evert E.Thenu IX
Bapak Wilmar Ruitang X
26-Jun-17  
Bapak Edward C.Mondoringin I
Bapak Nicholas Sumarno II
Ibu Sophie Anna Mait - W. III
Ibu Joice Unpapar - Lintong IV
Adik Griselda Ann M. Purba VI
Bapak Alek Sumarna VII
Ibu Lucia Sri Wahyuni H. Bando VIII
Adik Zevranius G. Pandiangan XI
Ibu Junita Lisa Mandolang - L. XI
27-Jun-17  
Ibu Jeany Evita S. Pangajow I
Ibu Sherly Marlin Koloay II
Bapak Rama Mamangkey III
Bapak Hulman Marpaung III
Sdr. Ricky Yohanes Sinyal V
Ibu Johanna C. L. Maukar - K. VIII
Ibu Ruslina Simanjuntak - P. X
Ibu Sylvia Janeke Latuny - H. X
28-Jun-17  
Ibu Yurieke Yuliana C. Mingkid II
Adik Ferry Christian II
Ibu Junita Indrawati Lumowa III
Adik Samuel J.Manossoh III
Ibu Theresia Kobis - T. VI
Ibu Heldina Saragi - H. VII
Adik Daniel B. T. Boengai VII
Ibu A. S. Andriani Prawoto VIII
Sdri. Katherina J. C. Kadarisman IX
29-Jun-17  
Sdr. Reinaldi Dirk Sampouw II
Ibu Renni Pangkey - D. VI
Adik Sidney A. Julio Pangkey VI
Bapak Joni Hara Simbolon XI
Adik Theresia Chaterine Jones XI
30-Jun-17  
Bapak Jufri Kaawoan I
Ibu Damaris Mondoringin - P. I
Sdri. Laureen G. Lopulalan V
Ibu Fietje Bangki - L. VII
Ibu Nurmaida Silalahi - S. VII
Adik Celine Angela Leticia VIII
Bapak Tom Jones Daniel XI
01-Jul-17  
Bapak Charles A. Enoch I
Ibu Hermilnia Koestansi Patty III
Adik Julia Oriana Wirati Sinaga III
Ibu Julita Juliana Setyawan - R. III
Sdr. Reza Faradani Soependi V
Ibu Yulitje Jelly Luntungan - Lasut VI
Ibu Juliana Haryanto - M. VI
Ibu Endang Sri Yulianti Ruru IX

HUT PERKAWINAN

26-Jun-17 SP
Salata - Sonia III
Metekohy - Ubro IX
27-Jun-17  
Waleleng - Runtuwene V
29-Jun-17 SP
Walelangi - Katuuk IV
Lintang - Umboh VIII
30-Jun-17  
Damanik - Saragih I
Oroh - Raturandang VI