Selamat Datang di

GPIB BUKIT SION BALIKPAPAN

KJ. 462 : 1-2

PENTINGNYA KEPEDULIAN DAN SOLIDARITAS

YOSUA 1 : 12-18

“sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kau juga...” (ay. 15)

Dalam sebuah rapat Pelaksana Harian Majelis di sebuah jemaat GPIB, pernah terlontar kalimat seperti ini: “Ah, seandainya uang kas di jemaat kita cukup banyak, tentu proposal sejumlah jemaat yang masuk meminta sumbangan untuk pembangunan gedung gerejanya dapat kita penuhi sebanyak mungkin.  Sayangnya, jemaat kita pun masih terlibat hutang dan banyak membutuhkan dana untuk membayai program yang belum berjalan di waktu yang akan datang.”

Dilema seperti ini mungkin pernah dialami sejumlah jemaat yang sebetulnya ingin mengulurkan tangan bagi jemaat-jemaat yang lain yang sedang membangun rumah ibadah.  Tetapi mereka sendiri pun tidak memiliki dana yang cukup memadai untuk membiayai kebutuhan pelayanan yang ada dalam jemaatnya sendiri.  Lalu pertanyaannya, kapankah jemaat-jemaat kita dapat “menolong” jemaat yang lain, jika kita masing-masing hanya sibuk memikirkan diri sendiri?  Pada umumnya, setiap orang/jemaat cenderung mengutamakan kepentingan dirinya melebihi kepentingan sesama/jemaat lainnya.

Pola pikir seperti ini telah diantisipasi oleh Yosua ketika mereka memasuki tanah perjanjian.  Suku Ruben, Gad dan Manasye diharuskan tetap ikut berperang menolong suku-suku yang lain dalam upaya pendudukan negeri Kanaan.  Mereka tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri dan berjuang untuk wilayah yang mereka duduki saja, tetapi untuk seluruh wilayah yang akan menjadi milik suku-suku Israel yang lain juga (ay. 13-14).  Setelah semua negeri itu berhasil dikuasai, barulah mereka (3 suku ini) boleh kembali ke wilayah mereka sendiri (ay. 15).

Kepemimpinan Yosua saat itu masih sangat dihormati dan dijunjung tinggi sehingga tidak seorang pun berani membantah.  Kesadaran dan kepatuhan seperti itu mendatangkan berkat bagi seluruh suku Israel.  Mereka tampil sebagai umat yang solid.  Bagaimana dengan kita, jemaat-jemaat GPIB?  Sejauh manakah kepedulian kita terhadap jemaat lain yang sedang “bergumul”?

KJ. 462 : 3-4