Selamat Datang di

GPIB JEMAAT BUKIT SION BALIKPAPAN

ULANG TAHUN

Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KELAHIRAN bagi Warga Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan dari tanggal  5 s/d 7 Maret 2015.

 HUT KELAHIRAN

5 Maret 2015

Ibu Annie A. Soeryono – Lalamentik (SP. I)

Adik Bintang Theresia Geotan Marpaung (SP. I)

Sdri. Iriene Chelsea Putri Handjojo (SP. V)

Adik Jason Clark Oley (SP. IX)

6 Maret 2015

Sdr. Garry Mondoringin (SP. I)

Adik Arga Syaputra B. Simanjuntak (SP. I)

Bapak Yohanes Willem Wattimena (SP. IV)

Ibu Hermin Timbalino – Bodjo (SP. V)

Bapak Garry Grandy Rompas (SP. VIII)

Bapak Frangky Steven Kawung (SP. X)

Sdr. Charles Ahuluheluw (SP. XI)

 7 MARET 2015

Adik Alvaro Delano Nasution (SP. I)

Bapak Fred Herling Turangan (SP. II)

Adik Jonathan Immanuel Joshua Mamesah (SP. II)

Ibu Marthina R. Manossoh – Gorang (SP. III)

Sdr. Patrick Petrus Polii (SP. III)

Ibu Rima Sinaga – Mailangkay (SP. IV)

Sdr. Reify Marchelliano Raintung (SP. IV)

Adik Jenny Rachel Wahyu (SP. IV)

Ibu Ellen Joyce Parabang – Papulele (SP. VI)

Bapak Nelhard Woy (SP. VI)

Sdri. Andini Widi Astari (SP. VIII)

Sdri. Marsella Martha Robot (SP. VIII)

Sdri. Marselly Maria Robot (SP. VIII)

Sdr. Harry Elia Tangkilisan (SP. X)

      HUT PERKAWINAN

5 Maret 2015

Kel. Manurip – Mokodaser (SP. VI)

Kel. Karwur – Tumilaar (SP. VII)

6 Maret 2015

Kel. Runturambi – Gogani (SP. III)

Kel. Unpapar – Lintong (SP. IV)

Kel. Tumbelaka – Oroh (SP. VII)

Previous Next
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
IBADAH MALAM NATAL YESUS KRISTUS Ibadah malam Natal Yesus Kristus GPIB Jemaat Bukit Sion Balikpapan, Rabu (24/12), diadakan dua... Read more
PERAYAAN NATAL SEKPEL 2 Sektor Pelayanan 2 adalah sektor terakhir yang mengadakan perayaan Natal Yesus Kristus di GPIB... Read more
CARA PELKAT PT RAYAKAN NATAL Drama kreatif ditampilkan oleh anggota Pelkat Persekutuan Teruna (PT) dalam Perayaan Natal Yesus... Read more
PERAYAAN NATAL SEKPEL 9 Dipimpin oleh Pdt Paskaliena Christwantoro - Talakua,S.Th, sektor Pelayanan 9 mengadakan... Read more
DRAMA KELUARGA SEKPEL 11 Jemaat sektor Pelayanan 11 GPIB Bukit Sion Balikpapan, mengadakan Perayaan Natal Yesus Kristus... Read more
"PHOTOBOOTH" ALA SEKPEL 4 Sektor Pelayanan IV mengadakan Perayaan Natal Yesus Kristus pada Kamis (11/12) bertempat di... Read more
KANTATA DI NATAL SP 7 Sektor Pelayanan 7 dalam perayaan Natal Yesus Kristus yang diadakan pada Selasa (9/12)... Read more
PERAYAAN NATAL PELKAT PKLU Pelayanan Kategorial (Pelkat) Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB Jemaat Bukit Sion... Read more
PERAYAAN NATAL YESUS KRISTUS JEMAAT SP 3   Sabtu (6/12/2014) malam giliran Sektor Pelayanan 3 mengadakan Perayaan Natal Yesus Kristus.... Read more
TEMA KEDAERAHAN DI SEKPEL 1 Perayaan Natal Yesus Kristus, jemaat Sektor Pelayanan 1 GPIB Jemaat Bukit Sion Balikpapan,... Read more
BAKSOS, CARA SEKPEL 5 MERAYAKAN NATAL Acara perayaan Natal Yesus Kristus SP. 5 GPIB Jemaat Bukit Sion ini mengambil tema : Membangun... Read more
ROMANTISME KATRILI DI SEKPEL 10 Perayaan Natal Jemaat Sektor Pelayanan 10 GPIB Bukit Sion Balikpapan diadakan di aula Yayasan... Read more
ROADSHOW BERBAGI KASIH DI SEKPEL 6 Bertempat di gedung serba guna, SP 6 memulai rangkain perayaan Natal Yesus Kristus di GPIB... Read more
IBADAH PENUTUPAN KEGIATAN PELAYANAN 2014 Pada Rabu (26/11) GPIB Jemaat Bukit SIon Balikpapan mengadakan Ibadah Penutupan Kegiatan... Read more
IBADAH AKHIR GABUNGAN GERAKAN PEMUDA GPIB BUKIT SION BALIKPAPAN Gerakan Pemuda (GP) GPIB Bukit Sion Balikpapan mengadakan Ibadah Akhir Gabungan pada Selasa... Read more
GPIB Bukit Sion Raih Juara Umum Setelah memenangi berbagai lomba yang diadakan sebelumnya, GPIB Jemaat Bukit Sion dinyatakan... Read more
PKB dan SYC Raih Juara Pertama Paduan suara Pelayanan Kategorial (Pelkat) Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan Sion Youth Choir... Read more
TOMMYANTO: PENYANYI PUJI-PUJIAN ADALAH AHLI SENI Untuk meningkatkan jumlah pelatih paduan suara, komisi Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya... Read more

KJ. 462 : 1-2

PENTINGNYA KEPEDULIAN DAN SOLIDARITAS

YOSUA 1 : 12-18

“sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kau juga...” (ay. 15)

Dalam sebuah rapat Pelaksana Harian Majelis di sebuah jemaat GPIB, pernah terlontar kalimat seperti ini: “Ah, seandainya uang kas di jemaat kita cukup banyak, tentu proposal sejumlah jemaat yang masuk meminta sumbangan untuk pembangunan gedung gerejanya dapat kita penuhi sebanyak mungkin.  Sayangnya, jemaat kita pun masih terlibat hutang dan banyak membutuhkan dana untuk membayai program yang belum berjalan di waktu yang akan datang.”

Dilema seperti ini mungkin pernah dialami sejumlah jemaat yang sebetulnya ingin mengulurkan tangan bagi jemaat-jemaat yang lain yang sedang membangun rumah ibadah.  Tetapi mereka sendiri pun tidak memiliki dana yang cukup memadai untuk membiayai kebutuhan pelayanan yang ada dalam jemaatnya sendiri.  Lalu pertanyaannya, kapankah jemaat-jemaat kita dapat “menolong” jemaat yang lain, jika kita masing-masing hanya sibuk memikirkan diri sendiri?  Pada umumnya, setiap orang/jemaat cenderung mengutamakan kepentingan dirinya melebihi kepentingan sesama/jemaat lainnya.

Pola pikir seperti ini telah diantisipasi oleh Yosua ketika mereka memasuki tanah perjanjian.  Suku Ruben, Gad dan Manasye diharuskan tetap ikut berperang menolong suku-suku yang lain dalam upaya pendudukan negeri Kanaan.  Mereka tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri dan berjuang untuk wilayah yang mereka duduki saja, tetapi untuk seluruh wilayah yang akan menjadi milik suku-suku Israel yang lain juga (ay. 13-14).  Setelah semua negeri itu berhasil dikuasai, barulah mereka (3 suku ini) boleh kembali ke wilayah mereka sendiri (ay. 15).

Kepemimpinan Yosua saat itu masih sangat dihormati dan dijunjung tinggi sehingga tidak seorang pun berani membantah.  Kesadaran dan kepatuhan seperti itu mendatangkan berkat bagi seluruh suku Israel.  Mereka tampil sebagai umat yang solid.  Bagaimana dengan kita, jemaat-jemaat GPIB?  Sejauh manakah kepedulian kita terhadap jemaat lain yang sedang “bergumul”?

KJ. 462 : 3-4

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

Prapaskah adalah persiapan sebelum Paskah. Masa Prapaskah adalah masa di mana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa Prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa Prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

 

Arti dan warna Logo :

-  Warna dasar :  Ungu Tua

-  Warna pinggir ikan dan huruf   :  Kuning

- Lambang / logo :  Ikan (ICHTUS)

 

Artinya : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.