Selamat Datang di

GPIB BUKIT SION BALIKPAPAN

KALENDER GEREJA

KALENDER

MINGGU PEMULIAAN

 

7-salib-mahkota1.jpg

Kenaikan Yesus Kristus ke surga selalu terjadi pada hari Kamis. Peristiwa ini hendak menjelaskan bahwa Yesus Kristus kembali naik takhta kemuliaanNya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Tim 6:151). 

 

Pesta ini dirayakan selama sepuluh hari dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh semua orang percaya.

 

Hari Minggu sesudah Hari Kenaikan dapat dinamakan Minggu Pemuliaan Kristus di surga, dan bukan Minggu Paskah VII yang selama ini berlaku.  (Bahasa Lat. Exaudi = ‘Dengarlah’ (Mzm.27:7). Ayat 10 dari Mazmur yang sama, ‘Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku’, dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yoh.14:18), Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu’, yaitu sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya.

 

Simbol Hari Kenaikan dan Minggu Pemuliaan adalah Mahkota (kuning mas) dan Salib (kuning gading) dengan warna dasar  putih.

 

Arti:

Kemuliaan yang  Yesus Kristus terima dengan kenaikanNya ke surga membuat  mahkota duri yang diletakkan di kepala-Nya ketika Ia menderita dan mati di salin berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan maupun kematian yang dialami para pengikut  pengikut Kristus di dunia bukanlah tanpa maksud, sebab maksud-nya adalah menerima mahkota kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati, iapun akan mendapat-kan mahkota kehidupan itu (bnd. Filp 2:19.11; Wahyu 2:10).

 

Kenaikan Yesus Kristus ke surga selalu terjadi pada hari Kamis. Peristiwa ini hendak menjelaskan bahwa Yesus Kristus kembali naik takhta kemuliaanNya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Tim 6:151).

 

Pesta ini dirayakan selama sepuluh hari dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh semua orang percaya.

 

Hari Minggu sesudah Hari Kenaikan dapat dinamakan Minggu Pemuliaan Kristus di surga, dan bukan Minggu Paskah VII yang selama ini berlaku. (Bahasa Lat. Exaudi = ‘Dengarlah’ (Mzm.27:7). Ayat 10 dari Mazmur yang sama, ‘Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku’, dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yoh.14:18), Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu’, yaitu sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya.

 

Simbol Hari Kenaikan dan Minggu Pemuliaan adalah Mahkota (kuning mas) dan Salib (kuning gading) dengan warna dasar  putih.

 

Arti:

Kemuliaan yang  Yesus Kristus terima dengan kenaikanNya ke surga membuat  mahkota duri yang diletakkan di kepala-Nya ketika Ia menderita dan mati di salin berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan maupun kematian yang dialami para pengikut  pengikut Kristus di dunia bukanlah tanpa maksud, sebab maksud-nya adalah menerima mahkota kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati, iapun akan mendapat-kan mahkota kehidupan itu (bnd. Filp 2:19.11; Wahyu 2:10).

 

MINGGU SESUDAH PASKAH

MINGGU SESUDAH PASKAH

PASKAH. Sama seperti Jumat Agung mulai dengan malam sebelumnya (Kamis Putih), maka begitu juga hari Paskah, dimulai dengan malamnya (bnd. Kej.1:5,8,13 dst). Ada Gereja-gereja yang merayakannya semalam suntuk, antara lain dengan membaca bagian-bagian Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sehubungan dengan Paskah serta pelayanan Baptisan Kudus (menjelang subuh).

Paskah adalah hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang ditandai dengan kubur kosong. Paskah jatuh pada Hari Pertama (Arab ‘Akhad’, Ibr. Ekhad): Kej. 1:5; Mat.28:1; Mrk.16:2; Luk.24:1; Yoh.20:1). Hari Pertama adalah Hari Minggu. Kata ‘Minggu’ berasal dari bahasa Portugis (Dominggu(s) dan Latin Dominus, yang berarti ‘Tu(h)an. Karena itu Hari Minggu adalah hari Tuhan (Why.1:10).

Paskah adalah hari raya utama dalam Kekristenan karena merupakan titik tolak iman orang percaya (I Kor 15:14). Karena itu maka Hari Paskah (termasuk malamnya) hendaknya dirayakan sebagai hari peringatan Gereja yang paling meriah, dan harus dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.

Minggu Paskah dirayakan selama 7 Minggu; termasuk Hari Minggu setelah Yesus Kristus naik ke Surga. Minggu Paskah  II (Lat. Quasimodo Geniti = Sama seperti bayi-bayi yang baru lahir’ (1 Ptr.2:2). Minggu Paskah III (Lat. Misercordias Domini = ‘Kasih Setia Tuhan’ (Mzm.89:2), dalam kombinasi dengan Mzm.33:5). Hari Minggu ini juga sering disebut Pastor Bonus (Gembala Yang Baik). Minggu Paskah IV (Lat. Jubilate = ‘Bersorak-sorailah’ (Mzm.66:1). Minggu Paskah V (Lat. Cantate = ‘Nyanyikanlah’ (Mzm.98:1). Minggu Paskah VI (Lat. Rogate = ‘Mintalah’, sehubungan dengan Doa untuk tumbuh-tumbuhan pertanian (cukup relevan!), juga sehubungan dengan ‘panen rohani’ yang ditandai oleh perayaan Pentakosta nanti.

Simbol untuk Minggu Paskah adalah bunga lily dengan warna dasar putih.

Stola warna dasar : Putih

Lambang / logo :  Bunga Lily

Warna  Bunga Lily : Putih

Artinya :

Bunga Lily merupakan simbol dari hari Paskah dan kekekalan Ubi-ubian dari bunga Lily haruslah ditanam dan mati dahulu di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru.  Lewat Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan lewat kematian dan penderitaan Kristus (band. Yohanes 12 : 34) dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.

MINGGU EPIFANI


EPIFANI (Yun. Epifanea = penampakan). Istilah ini awalnya dipakai untuk  penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat).

Umat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yang Tersalib sebagai Tuhan. Istilah ‘Epifania’ tetap mereka pakai untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama Yesus. Makanya, Epifani

lebih terkait dengan perisitiwa-peristiwa sbb.: penampakkan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi Yesus yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah, tampilnya Yesus di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapanNya (dengan suara dari atas : ‘Inilah Anak-Ku’).

Hari Epifani dirayakan pada 6 Januari; sedangkan Minggu Epifani dimulai dengan Hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 Januari.

Minggu transfigurasi (Yesus berubah wujud = Pemuliaan Yesus di atas gunung dan penetapan kembali sebagai Anak yang dikasihi dan dikenan oleh Allah) masuk dalam Minggu-minggu Epifani. Dalam Lukas 9:31 dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang ‘tujuan kepergian-Nya’ (Yun. ekshodos atau exodus-Nya) ke Yerusalem, yakni agar paskah digenapi  oleh-Nya.

Minggu terakhir dari Minggu-minggu Epifani disebut Esto Mihi = ‘Jadilah bagiku’ (Mzm. 31:3b); yakni sebagai titik peralihan, menurut cerita Injil, dari perjalanan Yesus di Galilea kepada perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Simbol Hari dan Minggu Epifani adalah  Bintang bersegi lima (warna putih) di dalam Lingkatan (warna kuning) dengan warna dasar Hijau.

 Arti:

Bintang bersegi lima ini lebih dikenal sebagai bintang Yakub, atau menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bil. 24:17). Di kemudian hari,  dimanifestasikan melalui kelahiran Ye-sus Kristus, yang juga ditandai dengan munculnya/ terbitnya bintang di Timur (Mat. 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Simbol Minggu Epifani ini berganti pada Hari Minggu  Prapaskah.

MINGGU SESUDAH NATAL

MINGGU SESUDAH NATAL

Arti:

Pelangi merupakan simbol dari kesetiaan dan cinta kasih Allah bagi seisi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej 9) maka Tuhan Allah menghadirkan pelangi sebagai tanda perjanjianNya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup lainya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-janji-Nya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus, yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.

Jadi, pelangi dan palungan mau menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasihNya yang tiada tara mau menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Pelangi dan palungan juga mau menjelaskan tentang peebusan dan pembebasan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak Allah, yakni Yesus Kristus. Bahwa pembebasan dan penebusan tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.

Simbol ini berganti pada tanggal 6 Januari.

MINGGU ADVEN

 

ADVEN (Lat. Adventus) artinya ‘kedatangan.’ Istilah ini dulu kala dipakai umum dalam Imperium Romawi untuk kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa. Adven juga terkait dengan masa penantian Mesias oleh umat Israel dalam Perjanjian Lama. Berdasarkan latarbelakang itu maka para pengikut Kristus memberi makna baru bagi ‘Adven’ yakni untuk menyatakan kedatangan Tuhan Yesus. Bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus sebagai  Raja dan Tuhan yang datang. Bahwa Mesias yang dinantikan oleh umat Israel sesungguhnya telah datang dalam diri Yesus. Dia sudah datang dan akan datang. Itu sebabnya, Adven juga terkait erat dengan kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman.

Adven dirayakan selama 4 (empat) Minggu sebelum Natal. Karena itu, Minggu-minggu Adven merupakan masa persiapan bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus, dan kedatangan-Nya itu dipahami adalah pertama kali dalam bentuk bayi Yesus yang lahir di kandang Betlehem, yang dirayakan pada Hari Natal.

Simbol Minggu Adven, seperti terdapat pada kain mimbar dan stola GPIB, adalah Jangkar – Salib dengan warna dasar Ungu muda

Arti:

Simbol Salib - jangkar dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di kotakombe-kotakombe. Sebenarnya simbol ini merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun dikemudian hari ia menjadi simbol universal yang menunjuk pada penantian yang penuh pengharapan. Pengharapan adalah sauh (jangkar) yang kuat bagi jiwa kita. Dengan pengharapan dan iman, orang percaya tetap menanti kedatangan Yesus Kristus. Sebab Dia akan datang untuk membebaskan orang percaya dari segala penderitaan yang mereka alami.

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

Prapaskah adalah persiapan sebelum Paskah. Masa Prapaskah adalah masa di mana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa Prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa Prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

 

Arti dan warna Logo :

-  Warna dasar :  Ungu Tua

-  Warna pinggir ikan dan huruf   :  Kuning

- Lambang / logo :  Ikan (ICHTUS)

 

Artinya : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

 

ULANG TAHUN

 Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KELAHIRAN dan PERKAWINAN bagi Warga Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan dari tanggal 25 Juni s/d 1 Juli 2017

HUT KELAHIRAN

25-Jun-17 SP
Sdri. Nidya Yolanda Hutagalung I
Ibu Lindawaty Tumanduk - M. I
Adik Koinonia Melody Seko I
Ibu Kelly Sien - Soehendra III
Bapak Pieter Evert E.Thenu IX
Bapak Wilmar Ruitang X
26-Jun-17  
Bapak Edward C.Mondoringin I
Bapak Nicholas Sumarno II
Ibu Sophie Anna Mait - W. III
Ibu Joice Unpapar - Lintong IV
Adik Griselda Ann M. Purba VI
Bapak Alek Sumarna VII
Ibu Lucia Sri Wahyuni H. Bando VIII
Adik Zevranius G. Pandiangan XI
Ibu Junita Lisa Mandolang - L. XI
27-Jun-17  
Ibu Jeany Evita S. Pangajow I
Ibu Sherly Marlin Koloay II
Bapak Rama Mamangkey III
Bapak Hulman Marpaung III
Sdr. Ricky Yohanes Sinyal V
Ibu Johanna C. L. Maukar - K. VIII
Ibu Ruslina Simanjuntak - P. X
Ibu Sylvia Janeke Latuny - H. X
28-Jun-17  
Ibu Yurieke Yuliana C. Mingkid II
Adik Ferry Christian II
Ibu Junita Indrawati Lumowa III
Adik Samuel J.Manossoh III
Ibu Theresia Kobis - T. VI
Ibu Heldina Saragi - H. VII
Adik Daniel B. T. Boengai VII
Ibu A. S. Andriani Prawoto VIII
Sdri. Katherina J. C. Kadarisman IX
29-Jun-17  
Sdr. Reinaldi Dirk Sampouw II
Ibu Renni Pangkey - D. VI
Adik Sidney A. Julio Pangkey VI
Bapak Joni Hara Simbolon XI
Adik Theresia Chaterine Jones XI
30-Jun-17  
Bapak Jufri Kaawoan I
Ibu Damaris Mondoringin - P. I
Sdri. Laureen G. Lopulalan V
Ibu Fietje Bangki - L. VII
Ibu Nurmaida Silalahi - S. VII
Adik Celine Angela Leticia VIII
Bapak Tom Jones Daniel XI
01-Jul-17  
Bapak Charles A. Enoch I
Ibu Hermilnia Koestansi Patty III
Adik Julia Oriana Wirati Sinaga III
Ibu Julita Juliana Setyawan - R. III
Sdr. Reza Faradani Soependi V
Ibu Yulitje Jelly Luntungan - Lasut VI
Ibu Juliana Haryanto - M. VI
Ibu Endang Sri Yulianti Ruru IX

HUT PERKAWINAN

26-Jun-17 SP
Salata - Sonia III
Metekohy - Ubro IX
27-Jun-17  
Waleleng - Runtuwene V
29-Jun-17 SP
Walelangi - Katuuk IV
Lintang - Umboh VIII
30-Jun-17  
Damanik - Saragih I
Oroh - Raturandang VI